Sukses suatu klub sepakbola tentunya tidak lepas dari peran sebuah akademi sepakbola yang mengurusi regenerasi dan mencetak pamain sepakbola sebuah klub. Kualitas lulusan akademi mencerminkan kualitas dari sebuah klub, seperti halnya Barcelona FC dengan La Masia-nya. Berbicara sukses Barcelona tak bisa dilepaskan dari La Masia. Di tempat ini, semuanya dimulai, mulai dari pembentukan mental juara pemain, memasukkan filosofi permainan yang benar dan mencetak DNA sukses di sepakbola.
![]() |
| Barcelona FC |
Keberhasian Barcelona menembus final Liga Champions musim ini juga buah kerja keras staff di La Masia. Namun hanya sedikit orang yang tahu apa itu La Masia. Uraian dibawah ini akan dibahas tentang La Masia... Cekidot!! Hehehe...
LA MASIA (masa lalu)
![]() |
| Logo di Gerbang La Masia |
La Masia merupakan kependekan dari La Masia de Can Planes, yaitu sebuah bekas gudang yang merupakan tempat pelatihan milik Barcelona, klub raksasa Spanyol. Tempatnya berdekatan dengan Nou Camp di distrik Les Corts, Barcelona. Di sini pemain muda belia ditempa. Tempat ini juga tak menarik perhatian. Berada di atas lahan seluas 600 meter persegi, bangunan rumah bata coklat yang kecil dan sederhana bergaya Katalonia ini berdiri tanpa kemewahan. Ruangan di dalamnya juga terkesan sederhana. Di dinding ruang makan terpampang foto upacara kelulusan kapten Barcelona Carles Puyol dan pelatih Pep Guardiola. Sementara itu, di dapur seorang juru masak menyapa dengan ramah, dan para pemain bisa menyelesaikan pekerjaan rumah mereka di ruang belajar di tingkat dua. Suasana di La Masia memang terkesan merupakan perpaduan antara tradisi dengan harapan, suasana menyenangkan dan kebiasaan. Tapi di balik kesederhanaan itu, ada bentuk kedisiplinan yang dipegang teguh oleh semua orang di dalamnya. Pemain muda yang menimba ilmu di La Masia harus tepat waktu, menjaga nilai pelajaran mereka dan tetap menjaga kesantunan juga saling menghormati. Harapannya, semua itu bisa dipertahankan hingga tenar kelak. Dengan kedisiplinan dipegang teguh, tim pelatih Barcelona tinggal memasukkan paham permainan sepakbola cantik nan elegan milik mereka. Filosofi permainan yang lahir sebagai turunan langsung taktik Total Football Belanda yang muncul tahun 1970-an, dan diterapkan secara menyeluruh di klub, mulai dari tim pemain berusia tujuh tahun hingga tim utama. Tapi di La Masia, sepakbola juga tidak didewakan. Pendidikan tetap nomor satu, karena bila pemain gagal bersinar di sepakbola bisa melanjutkan ke profesi lain dengan bekal pendidikan yang dimilikinya. Karena itu para pemain di usia muda diminta untuk bekerja keras menyelesaikan tugas sekolah dan setiap pemain diharuskan mengikuti kelas tambahan tanpa pembimbing di La Masia setelah pulang sekolah.
![]() |
| La Masia Lama |
Kembali ke sepakbola, para pemain berusia muda ditempa dengan cara Barcelona. Dalam latihan, pemain di bawah usia 16 tahun tidak pernah menjalani latihan kebugaran. Mereka hanya diminta untuk tetap berlatih dengan bola. Sedangkan latihan kebugaran 'disisipkan' tanpa disadari oleh pemain. Karena itulah pemain jebolan La Masia bisa lengket dalam memainkan bola di kaki mereka. Dan juga, pemain lulusan akademi Barcelona ini bisa gampang diketahui. Mereka memperlihatkan satu sikap pasti yang mendekati kemalasan, terus menerus mengoper bola dalam formasi segitiga dan bermain satu-dua secara berganda yang mengejutkan lawan. Dan tak salah jika pemain-pemain ini bisa bersinar di masa sekarang. Siapa yang tak kenal Lionel Messi, Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Cesc Fabregas dan masih banyak lagi pemain lain, yang memeragakan permainan indah ala La Masia. Hebatnya, Barcelona memiliki keyakinan penuh pada pemain yang mereka miliki itu. Terbukti hampir 75 persen, atau bahkan lebih dari susunan skuad yang dimainkan Josep Guardiola di musim ini adalah jebolan La Masia. Trofi demi trofi pun diraih Barcelona dalam beberapa musim terakhir. Di tahun 2009, Lionel Messi sebagai pemain pertama jebolan La Masia yang berhasil meraih Ballon d'Or. 11 Juli 2010, barisan pemain Barcelona membawa Spanyol menjadi juara dunia di Afrika Selatan. Pada 6 Desember 2010, tiga pemain Barcelona, Messi, Iniesta dan Xavi menjadi tiga finalis peraih Ballon d'Or dan pemain terbaik dunia. Messi yang akhirnya mendapatkan trofi itu. Semua itu membuktikan jika La Masia menjadi akademi sepakbola Barcelona yang berjalan sangat baik. Dan di akhir pekan, kontribusi pemain La Masia akan diuji oleh pemain-pemain jebolan akademi sepakbola Manchester United di final Liga Champions di Wembley Stadium, London, Inggris. Siapa pun pemenangnya maka secara otomatis mengangkat gengsi akademi sepakbola mereka juga.
LA MASIA ANGKATAN 2003
| La Masia Angkatan 2003 |
Foto ini diambil pada tahun 2003. Dari skuad akademi La Masia Barcelona, dimana Lionel Messi, Gerard Pique, dan Cesc Fabregas ada di dalamnya. Ada cerita menarik di balik foto ini, termasuk tentang bocah bernama Lionel Messi yang memakai topeng.Ketika itu, Barcelona melawan Espanyol untuk menentukan siapa yang berhak menjadi juara liga junior. Lionel Messi, Gerrard Pique, dan Cesc Fabregas ada dalam skuad itu. Tapi malang bagi Messi, wajahnya terkena tendangan pemain lawan dan harus ditarik keluar, digantkan oleh Fabregas. Setelah pertandingan itu, kedua tim bertemu lagi di Copa Catalunya. Di sinilah foto tersebut diambil, dengan Messi mengenakan topeng. Menariknya, Messi memakai topeng yang juga pernah dipakai oleh Puyol. Puyol memang pernah cedera serupa, dan berinisiatif memberikan topengnya kepada Messi. Ternyata wajah Puyol lebih lebar dibanding Messi, sehingga topeng itu menjadi kedodoran. Messi tidak bisa melihat dengan baik karena sebagian pandangannya tertutup. Akhirnya, topeng itu dilepas dan hanya dipakai pada sesi foto sebelum pertandingan saja. Dalam pertandingan itu, Messi mencetak dua gol dan Pique satu gol. Skuad akademi Barcelona ini memenangkan tiga trophy pada tahun tersebut tanpa pernah kalah.Namun sebelum tiba waktunya dipromosikan ke utama, Fabregas terlanjur pindah ke London dan Pique ke Manchester. Hanya Messi yang tertinggal. Tapi sekarang, ketiganya telah berkumpul kembali.
LA MASIA (masa sekarang)
LA MASIA (masa sekarang)
Pusat kegiatan La Masia telah resmi berganti. Bukan lagi di sebuah bangunan tua bekas gudang di masa lalu. Namun kini beralih ke sebuah gedung yang lebih luas dan modern. Asrama La Masia saat ini sudah beralih ke Oriol Tort Training Center , bukan lagi di pinggir Stadion Camp Nou.
| La Masia Baru nan Modern |
Acara inagurasi gedung baru La Masia, Rabu (19/10/2011) lalu, berlangsung meriah. Tak hanya dihiasi dengan hiburan musik, ratusan eks siswa La Masia pun ikut hadir. Bahkan Presiden Catalunya, Artur Mas, termasuk tamu yang hadir. Dia didampingi Presiden Sandro Rosell, Guillermo Amor (Direktur Pusat Latihan Barcelona), dan Josep Pep Guardiola.
Sementara dari jajaran mantan pemain dan pelatih ada Joaquim Rife, Antoni Ramallets, Carles Rexach, Sergi Barjuan, Salvador Sadurní, Lorenzo Serra Ferrer, Laureano Ruiz. Dua mantan presiden, Josep Lluís Nunez dan Joan Gaspart juga ikut terlihat. Tetapi Joan Laporta dan Johan Cruyff justru tidak tampak.
Mereka semua merayakan peresmian asrama baru siswa La Masia yang berdiri di area seluas 6.000 m². Mampu menampung hingga 83 siswa dan menjadi sarana belajar, baik olahraga maupun akademis. Untuk membangun gedung baru La Masia ini, Barcelona merogoh kocek hingga 11 juta euro (Lebih dari Rp133,9 miliar). Fasilitas di dalam asrama ini memang terbilang komplet. Siswa tak melulu digojlok dengan pelajaran umum maupun sepak bola. Tapi mereka tetap diberi kesempatan mengekspresikan masa remaja lewat sarana rekreasi yang menyenangkan. Kapten tim Carles Puyol yang turut hadir dalam acara inagurasi tersebut menyatakan rasa sukanya terhadap gedung baru La Masia. Lebih lanjut, sebagai alumni La Masia, Puyol mengingatkan para kader yang ada di sana untuk selalu fokus dan berlatih dengan keras.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar