Kamis, 17 November 2011

AWAL TERBENTUKANYA PSSI

Sebagai pecinta sebakbola yang bermukim di Indonesia, tentunya kita tahu donk apa itu PSSI??
Logo PSSI

Yups, PSSI atau Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia adalah organisasi induk yang bertugas mengatur kegiatan olahraga sepak bola di Indonesia. Namun apakah anda tahu awal terbentuknya PSSI?? Nah, ulasan saya kali ini akan membahas mengenai itu. Semoga bermanfaat yah....
UMUM
PSSI berdiri pada tanggal 19 April 1930 dengan nama awal Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. Ketua umum pertamanya adalah Ir. Soeratin Sosrosoegondo. PSSI bergabung dengan FIFA pada tahun 1952, kemudian dengan AFC pada tahun 1954.

PENDIRI PSSI & KETUA UMUM PERTAMA
Ir. Soeratin Sosrosoegondo
Ir. Soeratin Sosrosoegondo (lahir di Yogyakarta pada 17 Desember 1898 - wafat 1 Desember 1959) adalah seorang insinyur Indonesia. Ia juga adalah ketua umum PSSI periode 1930-1940. Ia adalah salah satu pendiri sekaligus ketua umum PSSI yang pertama. Tamat dari Koningen Wilhelmina School di Jakarta, Soeratin belajar di Sekolah Teknik Tinggi di Hecklenburg, dekat Hamburg, Jerman pada 1920 dan lulus sebagai insinyur sipil pada 1927.
Soeratin mulai merintis pendirian sebuah organisasi sepak bola, yang bisa diwujudkan pada 1930. Organisasi ini boleh dikatakan realisasi konkret dari Sumpah Pemuda 1928. Nasionalisme itu dicoba dikembangkan melalui olahraga, khususnya sepak bola. Seperti halnya ipar Soeratin, Dr Soetomo,yang berkeliling Pulau Jawa untuk menemui banyak tokoh dalam rangka menekankan pentingnya pendidikan dan kemudian disusul dengan pendirian Budi Utomo, Soeratin melakukan pertemuan dengan tokoh sepak bola pribumi di Solo, Yogyakarta, Magelang,Jakarta, dan Bandung. Pertemuan itu diadakan secara sembunyi untuk menghindari sergapan Intel Belanda (PID).

Soeratin menjadi ketua umum organisasi ini 11 kali berturut-turut. Setiap tahun ia terpilih kembali.

AWAL TERBENTUKNYA PSSI
Sebagai orang yang mencintai sepakbola, Soeratin menyadari bahwa sepakbola dapat dijadikan senjata untuk mengumpulkan orang Indonesia agar bisa bersatu mengusir Belanda dari Indonesia.
Untuk itulah, Soeratin sering melakukan pertemuan diam-diam dengan para pemain sepakbola pada masa itu. Kemudian, pada pertemuan yang digelar di jakarta dengan Soeri, Ketua Voetbalbond Indonesische Jakarta (VIJ) dan para pemain mereka sepakat mendirikan organisasi sepakbola yang berskala nasional.

Pada tanggal 19 April 1930 di Yoyakarta, hampir semua oragnisasi sepakbola daerah, seperti Voetbalbond Indonesische Jakarta (Jakarta), Bandoengsche Indonesische Voetbalbond (Bandung), Persatoean Sepakbola Mataram (Yogyakarta), Madioensche Voetbalbond (Madiun), Indonesische Voetbalbond Magelang (Magelang), Soerabajasche Indonesische Voetbalbond (Surabaya), dan Vortenlandsche Voetbalbond (Solo) berkumpul dan memutuskan untuk mendirikan PSSI (Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia). Namun istilah sepakraga diganti dengan sepakbola dalam Kongres PSSI di Solo pada 1950.

Pada tahun 1938, dengan nama hindia-belanda, NIVU (Nederlandsh Indische Voetbal Unie) mengirim tim untuk berlaga di Piala Dunia 1938. Kendati bernama Hindia Belanda, Federasi Sepak Bola Dunia FIFA tetap mengakui Indonesia sebagai salah satu peserta piala dunia tahun 1938. Di laman resmi FIFA, Indonesia tercatat sebagai salah satu Negara di dunia yang pernah berpartisipasi di ajang sepak bola paling prestisius  di dunia tersebut. Capaian inilah yang merupakan satu-satunya prestasi Indonesia yang didokumentasikan di situs FIFA.
Pemain Hindia-Belanda


Dalam keikutsertaannya tahun 1938, Indonesia (Hindia Belanda) hanya menjalankan satu pertandingan, yakni saat berhadapan dengan tim tangguh Hongaria. Dalam pertandingan itu, Indonesia kalah telak 0-6 yang mana pertandingannya diselenggarakan di Stadion Velodrome Municipale Reims, dengan wasit asal Prancis Roger Conrie, pada  tanggal 5 Juni 1938. Di piala dunia tahun 1938, Indonesia diperkuat campuran pemain lokal, keturunan Tionghoa, dan Belanda.Para pemain yang memperkuat Hindia Belanda, di antaranya adalah penjaga gawang Mo Heng, Sutan Anwar, Achmad Nawir. Saat tampil di piala dunia, bukan Indonesia Raya yang berkumandang, melainkan lagu kebangsaan Belanda.

Berikut daftar pemain Dutch East Indies/Hindia-Belanda yang bertanding di Piala Dunia tahun 1938 Prancis.

Pemain Utama
Mo Heng TAN (GK), Achmad NAWIR, Hong Djien TAN, Frans MEENG, Tjaak PATTIWAEL, Hans TAIHUTTU, Suvarte SOEDARMADJI, Anwar SUTAN, Henk SOMMERS, Frans HUKON, Jack SAMUELS

Cadangan
J. HARTING (GK), Mo Heng BING, DORST, TEILHERBER, G. FAULHABER, R. TELWE, See Han TAN, G. VAN DEN BURGH

Pelatih : Johannes VAN MASTENBROEK (NED)
Pemain Hindia-Belanda pada Piala Dunia 1938

Tidak ada komentar:

Posting Komentar